Merasa Kesepian di Tengah Keramaian? Ini Alasan Psikologisnya (dan Cara Menghadapinya)

 

Coretan Liar Gue - Blog Andre kusuma

        Pernah nggak sih kamu lagi ada di keramaian entah di pesta, kafe, atau cuma scroll media sosial tapi dalam hati rasanya kosong banget? Ironisnya, di era paling “terhubung” sepanjang sejarah, justru makin banyak orang yang merasa sendirian.

Kalau kamu sering ngerasa hampa meski dikelilingi orang lain, atau merasa hubunganmu selalu kurang dalam, kamu nggak sendirian. Ada penjelasan psikologis yang cukup dalam soal ini. Dan kabar baiknya: ada jalan keluar.


Akar Masalah: Gaya Kelekatan (Attachment Style)

Cara kita membangun hubungan saat dewasa banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil. Ini disebut sebagai attachment style, pola hubungan emosional yang terbentuk sejak dini dan tanpa sadar menentukan bagaimana kita mendekati keintiman dan interaksi sosial.

Rasa kesepian yang terus-menerus sering berakar dari gaya kelekatan yang “tidak aman”. Ada dua pola utama yang paling umum:

🏃‍♂️ Avoidant (Menghindar)

Orang dengan pola ini cenderung jaga jarak dalam hubungan. Semakin dekat seseorang mencoba masuk, semakin mereka mundur. Mereka terlihat mandiri dan “nggak butuh siapa-siapa”, tapi di baliknya ada ketakutan akan ketergantungan atau luka emosional. Akibatnya, relasi jadi dangkal atau malah dihindari sama sekali.

❤️‍🩹 Anxious (Cemas)

Kebalikannya, orang dengan gaya cemas justru terlalu butuh kedekatan. Mereka haus validasi, takut ditinggal, dan mudah merasa cemas saat pasangan nggak langsung merespons. Meski kelihatan punya banyak relasi, rasa kesepian tetap muncul karena koneksi yang terbentuk lebih didorong oleh rasa takut, bukan kepercayaan.

Langkah awal untuk keluar dari pola ini adalah dengan mengenali mana yang paling menggambarkan diri kamu.


Gimana Cara Mulai Memperbaiki?

Tenang. Gaya kelekatan itu bukan vonis seumur hidup. Otak dan perilaku kita bisa berubah asal ada kesadaran dan niat buat berkembang.

Berikut dua langkah sederhana tapi efektif:

1. Kenali Polamu Dulu

Susah memperbaiki sesuatu yang nggak kita sadari. Coba refleksi, apakah kamu cenderung menjaga jarak saat hubungan mulai serius? Atau kamu langsung gelisah kalau pasangan nggak langsung bales chat?

Tips: Cari “tes gaya kelekatan” di Google. Banyak situs psikologi kredibel yang punya kuis gratis dan cukup akurat untuk bantu kamu mengenali kecenderungan emosionalmu.

2. Jangan Ragu Cari Bantuan Profesional

Kalau kamu merasa pola ini udah tertanam dari pengalaman masa lalu yang berat, coba pertimbangkan konsultasi dengan psikolog atau terapis. Ini bukan soal lemah atau kuat ini soal peduli sama diri sendiri. Seorang profesional bisa bantu kamu memetakan masalah, memahami pola, dan membimbing proses penyembuhan.


Kesepian bukan cuma soal kurang teman, tapi soal bagaimana kita terhubung atau gagal terhubung secara emosional. Dan perubahan selalu dimulai dari dalam. Semakin kamu kenal dirimu sendiri, semakin besar peluangmu untuk membangun hubungan yang tulus dan bermakna.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
© Andre Adityawarman Kusuma. All rights reserved.